5 Tips Memotivasi Anak Gemar Belajar

Sahabat Baju Sekolahan, liburan akhir tahun menjadikan PR orang tua supaya memotivasi anak gemar belajar dimanapun dan kapanpun anak-anak berada. Biasanya anak-anak telah menghabiskan liburan dengan senang hati, karena agenda liburan keluarga yang telah direncanakan. Hal ini menjadikan sebagian anak tidak ingin mengakhiri liburan mereka, dan sungkan kembali ke dunia sekolah. Kembali belajar menjadi hal yang tidak menyenangkan, ada apakah gerangan?

Ada banyak faktor yang menyebabkan anak menjadi kurang berminat untuk belajar, misalnya pelajaran yang membosankan, suasana belajar yang tidak nyaman, kurangnya dukungan, dan lain-lain.

Sebenarnya banyak juga sebagian anak yang tidak hanya setelah menghabiskan liburan menjadi kurang semangat untuk pergi ke sekolah. Tetapi dalam keseharian merekapun terkadang juga begitu, kurang gemar belajar. Mungkinkah salah dalam mendidik anak? Karena sebenarnya anak-anak terlahir menjadi seorang pembelajar ulung tanpa disuruh.

 

Ketika anak-anak usia batita, keingintahuannya tinggi, gemar sekali belajar hingga setiap hal yang ia temui akan menjadi sasaran empuk untuk hanya sekedar mengamati, memegang, atau meniru orang-orang disekitarnya. Namun tanpa kita sadari kita sering menahan mereka untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Misalnya saja anak bermain air di ember cucian piring, apa ekspresi pertama kali Anda ketika melihat anak bermain air di bak piring? Terkadang spontan lisan kita mengatakan, “Jangan main air”. Terkadang langsung menggendongnya menjauh dari objek belajarnya. Dan akan terjadi hal yang demikian(melarang) ketika anak melakukan hal yang mungkin bertolak belakang dengan keinginan orang tua yang ingin agar anaknya tenang, diam, dan tidak  banyak ulah.

Jika kasusnya seperti ini yang pertama kali harus diperbaiki adalah dari sisi orangtua terlebih dahulu, dengan mengajarkan bagaimana berkomunikasi dengan anak dan sifat dari pikiran anak, serta pentingnya menomor satukan cinta dalam mendidik anak.

Berikutnya adalah tips berkomunikasi bagaimana agar anak kita menjadi rajin dan mudah sekali belajar dimanapun dan kapan pun baik di luar maupun di lingkup sekolah.

  1. Tanyakan hal yang menyenangkan sepulang sekolah atau ketika selesai belajar.

Misalnya “Hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini di sekolah?” Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan di sekolah dan ini secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan. Jika anak berkeluh dengan kejadian yang kurang menyenangkan saat di sekolah misalnya, maka dengarkan dan berikan solusi terbaik untuk meredakan ketidaknyamananya.

  1. Berikan pujian dan semangat untuk terus belajar.

Saat anak tidur (Hypnosleep), katakan “Makin hari, belajar makin menyenangkan”, “Sama halnya dengan bermain, belajar juga sangat menyenangkan”, “Mudah sekali bagimu untuk belajar (berhitung, menghafal dan lain-lain)”. Pujian yang tulus dan memompa semangatnya jauh lebih penting dari pada mengajarkan teknik-teknik berhitung dan menghafal yang cepat.

  1. Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari.

Misalnya, belajar Matematika bab pengurangan penambahan dan bahasa inggris. Kita bisa mngatakan “Adek kalau ngga mau dicurangi Abang yang jualan mainan harus bisa pengurangan penambahan. Jadi bisa tahu habis berapa dan berapa kembaliannya. Terus adek juga harus bisa bahasa Inggris, kalau nanti ikut Ayah ke Singapore karena semuanya harus pake bahasa inggris. Okey?”

  1. Jika anak kita masih kecil bacakan kisah-kisah yang inspiratif dengan memangkunya.

Misalnya tentang para pahlawan yang cerdas dan pintar, para penemu, dan orang-orang yang menginspari dengan ilmu mereka. Posisikan memangku dengan posisi yang nyaman, serta memudahkan kita orangtua untuk memberikan ciuman kasih sayang atau pelukan sayang. Tujuannya agar anak mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua dan buku adalah hal yang sangat menyenangkan.

  1. Sampaikan harapan ke anak dengan cara yang lebih intim.

Misalnya, menggunakan surat rahasia dari orangtua kepada anak. Kita bisa berkata “Nak, Ibu telah meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan ibu yang tahu isinya. Ibu letakan dibawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya.” Isinya bisa berupa kata-kata yang menyemangati anak dalam kegiatan belajar dan sekolahnya.

 

Kesimpulan cara memotivasi anak untuk belajar adalah dengan membantu mereka menikmati proses belajar dengan kasih sayang.

 

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

%d blogger menyukai ini: