7 Tips Mendidik Anak di Era Digital

7 Tips Mendidik Anak di Era Digital

Sahabat Baju Sekolah, mendidik anak di zaman millenial ini erat kaitannya dengan Era digital. Era dimana teknologi informasi sudah begitu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Contohnya HP yang Kita bawa kemana-mana sekaligus jaringan inernetnya. Perkembangan dunia digital tak hanya memberi kemudahan, efek negatif yang menjadi kekhawatiran bersama adalah gap antara orang tua dan anak yang semakin kita rasakan.

Terkadang menjadi sebuah kecemasan bersama ketika Kita melihat fenomena anak yang lebih rela tidak makan daripada Hpnya disita orang tuanya, tidak jarang anak usia balita akan menangis hebat ketika Hpnya diambil oleh orang tuanya, begitu juga anak-anak menjadi acuh terhadap lingkungannya, tidak memberi sambutan atau hanya sekedar membalas salam ketika Ayah atau Ibunya pulang dari suatu tempat, hilangnya rasa hormat ketika orang tua memanggil, belum lagi masalah pornografi yang sangat mudah didapatkan digenggaman. Sehingga Kita hanya bisa melihat anak pasif, tanpa prestasi.

Jadi, bagaimana cara mendidik anak di era digital??

  1. Pegang tanggungjawab penuh sebagai Orang Tua

Mendidik anak seringkali dianggap tugas utama seorang Ibu. Padahal sosok Ayah tidak kalah penting. Ayah dan Ibu harus memiliki pandangan yang sama, yaitu sama-sama bertanggungjawab atas, jiwa, pikiran, keimanan, kesejahteraan anak secara utuh. Di zaman sekarang ini banyak sekali orang tua yang melepaskan asuhan anak-anaknya kepada orang ketiga, entah mertua atau pembantu. Apabila keadaan ini terpaksa harus dilakukan, maka perlu dicek bagaimana sejarah dari orang yang Anda percayakan untuk menjaga buah hati. Disisi lain orang tua harus mempunyai tujuan pengasuhan sejak dilahirkan. Prioritas apa saja yang diberikan kepada anak dan bagaimana caranya.

  1. Bangun kedekatan yang hangat kepada Anak

Kedekatan ini bukan berati melekat antara kulit ke kulit, melainkan dari jiwa ke jiwa. Bukan pula selalu disampingnya 24 jam non stop. Namun pendekatan disini adalah pendekatan secara emosional. Orang tua harus belajar berkomunikasi baik dengan anak. Belajar cara membaca bahasa tubuh, serta mau mendengar perasaan anak. Buat anak nyaman dan merasa aman bersama kita. Sehingga anak pun tak segan untuk menghormati Kita, sebagai orang tua.

  1. Menjadi orang tua yang Playful

Menjadi partner yang baik untuk buah hati, berarti Kita harus aktif untuk mencari tahu hobi, minat, topik dan aktivitas yang anak sukai. Aktif browsing mengenai aktivitas terkait. Dampingi anak untuk melakukan aktivitas tersebut dan berusaha menjadi teman yang asyik dan saling menghargai.

  1. Tanamkan ajaran agama sejak dini dan dalam keseharian

Kenalkan kepada anak bagaimana bertuhan dengan benar, baik ibadah yang berupa ritual (seperti sholat, puasa, membaca AlQur’an) dan iman taqwa. Jika seorang anak telah dibekali ilmu agama sedemikian rupa, ia sudah tidak lagi berbuat baik karena manusia tetapi karena perintah tuhannya. Begitu juga adab dan norma akan mengikuti dalam tahapan belajarnya menjadi insan yang bertaqwa.

  1. Batasi penggunaan Gadget sedari kecil

Jangan biasakan mengalihkan agar anak tenang misalnya dengan menyodorkan video atau permainan dari gadget KIta. Ini akan menjadi kebiasaan buruk, karena Ia akan kecanduan dari hari ke hari. Jika gadget itu diperlukan untuk menunjang pertumbuhannya dengan video edukasi misalnya, ada pendamping disampingnya sehingga Kita tidak kehilangan moment kebersamaan bersama buah hati. Juga bisa membatasi waktu anak kapan ia harus berhenti menonton.

  1. Dorong anak untuk melakukan aktifitas motorik

Semakin banyak bergerak, maka anak akan menjadi lebih sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat. Anak-anak boleh bermain gadget, tapi kita tetap harus dorong mereka untuk melakukan aktifitas motorik yang lebih prioritas, dengan memfasilitasinya seperti bermain boneka, masak-masakan, libatkan membantu orang tua dalam mengerjakan pekerjaan rumah, bermain bola, jalan pagi bersama, dan aktivitas lain yang melibatkan gerakan tubuh yang aktif. Dengan begitu anak akan lebih aktif, berkembang saraf motoriknya dan mengenal lingkungan disekitarnya.

  1. Memonitoring lingkungan baik dunia Maya maupun disekitarnya

Perbanyaklah interaksi dengan anak dari kecil supaya mereka terbiasa bercerita kepada anda ketika ada hal yang baru. Orang tua harus lebih dulu hadir dalam kehidupannya. Dengan begitu orang tua akan lebih mudah memberikan saran dan masukan kepada anak mana yang boleh dan yang tidak. Akses internet, membuat anak akan lebih mudah mengakses banyak situs, termasuk pornografi. Berikan contoh dampak buruk dari konten ini. Jika Kita melihat anak Anda membuka situs ini, buat pendekatan dan menegurnya dengan cara yang baik.

Jadi, mendidik anak di era digital ini tidak akan bisa terlepas dari peran kedua orang tua. Orang tua harus berperan aktif agar anak tidak salah dalam bergaul. Dimana kita tahu tantangan zaman saat ini dengan kemudahan akses internet informasi apa saja bisa didapatkan secara cepat, membuat kita juga harus bisa mengimbangi perekembangannya. Jangan biarkan mereka terpengaruh oleh pergaulan dari media-media yang tidak bertanggungjawab.

 

Semoga Bermanfaat ūüôā

5 Tips Memotivasi Anak Gemar Belajar

5 Tips Memotivasi Anak Gemar Belajar

Sahabat Baju Sekolahan, liburan akhir tahun menjadikan PR orang tua supaya memotivasi anak gemar belajar dimanapun dan kapanpun anak-anak berada. Biasanya anak-anak telah menghabiskan liburan dengan senang hati, karena agenda liburan keluarga yang telah direncanakan. Hal ini menjadikan sebagian anak tidak ingin mengakhiri liburan mereka, dan sungkan kembali ke dunia sekolah. Kembali belajar menjadi hal yang tidak menyenangkan, ada apakah gerangan?

Ada banyak faktor yang menyebabkan anak menjadi kurang berminat untuk belajar, misalnya pelajaran yang membosankan, suasana belajar yang tidak nyaman, kurangnya dukungan, dan lain-lain.

Sebenarnya banyak juga sebagian anak yang tidak hanya setelah menghabiskan liburan menjadi kurang semangat untuk pergi ke sekolah. Tetapi dalam keseharian merekapun terkadang juga begitu, kurang gemar belajar. Mungkinkah salah dalam mendidik anak? Karena sebenarnya anak-anak terlahir menjadi seorang pembelajar ulung tanpa disuruh.

 

Ketika anak-anak usia batita, keingintahuannya tinggi, gemar sekali belajar hingga setiap hal yang ia temui akan menjadi sasaran empuk untuk hanya sekedar mengamati, memegang, atau meniru orang-orang disekitarnya. Namun tanpa kita sadari kita sering menahan mereka untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Misalnya saja anak bermain air di ember cucian piring, apa ekspresi pertama kali Anda ketika melihat anak bermain air di bak piring? Terkadang spontan lisan kita mengatakan, ‚ÄúJangan main air‚ÄĚ. Terkadang langsung menggendongnya menjauh dari objek belajarnya. Dan akan terjadi hal yang demikian(melarang) ketika anak melakukan hal yang mungkin bertolak belakang dengan keinginan orang tua yang ingin agar anaknya tenang, diam, dan tidak¬† banyak ulah.

Jika kasusnya seperti ini yang pertama kali harus diperbaiki adalah dari sisi orangtua terlebih dahulu, dengan mengajarkan bagaimana berkomunikasi dengan anak dan sifat dari pikiran anak, serta pentingnya menomor satukan cinta dalam mendidik anak.

Berikutnya adalah tips berkomunikasi bagaimana agar anak kita menjadi rajin dan mudah sekali belajar dimanapun dan kapan pun baik di luar maupun di lingkup sekolah.

  1. Tanyakan hal yang menyenangkan sepulang sekolah atau ketika selesai belajar.

Misalnya¬†‚ÄúHai sayang, apa yang menyenangkan hari ini di sekolah?‚Ä̬†Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan di sekolah dan ini secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan. Jika anak berkeluh dengan kejadian yang kurang menyenangkan saat di sekolah misalnya, maka dengarkan dan berikan solusi terbaik untuk meredakan ketidaknyamananya.

  1. Berikan pujian dan semangat untuk terus belajar.

Saat anak tidur (Hypnosleep), katakan¬†‚ÄúMakin hari, belajar makin menyenangkan‚ÄĚ, ‚ÄúSama halnya dengan bermain, belajar juga sangat menyenangkan‚ÄĚ, ‚ÄúMudah sekali bagimu untuk belajar (berhitung, menghafal dan lain-lain)‚ÄĚ. Pujian yang tulus dan memompa semangatnya jauh lebih penting dari pada mengajarkan teknik-teknik berhitung dan menghafal yang cepat.

  1. Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari.

Misalnya, belajar Matematika bab pengurangan penambahan dan bahasa inggris. Kita bisa mngatakan ‚ÄúAdek kalau ngga mau dicurangi Abang yang jualan mainan harus bisa pengurangan penambahan. Jadi bisa tahu habis berapa dan berapa kembaliannya. Terus adek juga harus bisa bahasa Inggris, kalau nanti ikut Ayah ke Singapore karena semuanya harus pake bahasa inggris. Okey?‚ÄĚ

  1. Jika anak kita masih kecil bacakan kisah-kisah yang inspiratif dengan memangkunya.

Misalnya tentang para pahlawan yang cerdas dan pintar, para penemu, dan orang-orang yang menginspari dengan ilmu mereka. Posisikan memangku dengan posisi yang nyaman, serta memudahkan kita orangtua untuk memberikan ciuman kasih sayang atau pelukan sayang. Tujuannya agar anak mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua dan buku adalah hal yang sangat menyenangkan.

  1. Sampaikan harapan ke anak dengan cara yang lebih intim.

Misalnya, menggunakan surat rahasia dari orangtua kepada anak. Kita bisa berkata¬†‚ÄúNak, Ibu telah meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan ibu yang tahu isinya.¬†Ibu letakan dibawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya.‚Ä̬†Isinya bisa berupa kata-kata yang menyemangati anak dalam kegiatan belajar dan sekolahnya.

 

Kesimpulan cara memotivasi anak untuk belajar adalah dengan membantu mereka menikmati proses belajar dengan kasih sayang.

 

Semoga bermanfaat.

6 Tips Mencegah Anak dari Bahaya LGBT

6 Tips Mencegah Anak dari Bahaya LGBT

Sahabat Baju Sekolahan, kasus mengenai LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) yang kian merebak akhir-akhir ini tidak dapat dipungkiri menimbulkan kekhawatiran bagi semua orang, termasuk kita sebagai orang tua. Tentu, tidak ada orang tua yang Sholeh-Sholehah yang menginginkan anaknya terjerumus dalam perilaku menyimpang ini. Meski bahaya perilaku ini sudah banyak dinyatakan dalam Al-Quran dan hadist, tapi perilaku ini masih ada dan berkembang di masyarakat kini.

Untuk menjaga kualitas diri anak agar terhindar dari perilaku LGBT, berikut kami telah merangkun 6 Tips Mencegah Anak dari Bahaya LGBT yang Sahabat Baju Sekolahan bisa terpkan agar anak dapat terhindar dari bahaya penyakit ini.

  1. Menegaskan Identitas Seksual Anak dan Membiasakannya Berperilaku sesuai Indentitas

 

Orang tua memegang peran utama sebagai pendidik anak pertama dalam mengajarkan pendidikan seksual yang benar kepada anak. Orang tua harus tegas dalam menjelaskan mengarahkan identitas seksual anak.

Pada kisaran umur 4-5 tahun, saat mulai berkembangnya pola fikir anak, Orang tua harus tegaskan bahwa jika anak laki-laki harus berperilaku sebagai laki-laki seutuhnya, tidak boleh ada unsur perilaku wanita dalam diri seorang laki-laki. Mulai tegaskan secara detail, seperti cara berjalan harus tegap tiak berlenggak-lenggok, cara bicara tidak boleh mendayu-dayu, cara berpakaian harus sebagaimana layaknya identitas seksualnya, dan indentitas lain nya yang menjadi ciri khas laki-laki.

Begitu pula sebaliknya jika anak perempuan. Tegaskan secara jelas identitas seksualnya, mulai dari cara berpakaian, cara berjalan, cara bicara, dan lainnya yang sesuai engan identias khas perempuan.

 

  1. Awasi dan Kendalikan Pergaulan Anak

 

Lingkungan juga berpengaruh terhadap perkembangan seksual anak. Selain membangun lingkungan keluarga yang mendukung dalam pola pendidikan seksual anak, menjaga lingkungan bermain anak juga penting demi menjaga kestabilan seksual anak.

 

Berikan mainan-mainan yang sesuai dengan gender-nya termasuk dalam usaha mengendalikan di lingkungan rumah. Jangan biarkan anak laki-laki anda bermain-main dengan mainan yang identik dengan perempuan, seperti boneka, rias-riasan, masak-masakan, dan lain sebagainya. Begitu juga jika anak perempuan, jangan sampai anda membiarkan dia bermain dengan mainan anak laki-laki.

 

Mengawasi lingkungan bermainnya juga penting loh Sahabat Baju Sekolahan. Usahan anak-anak anda lebih cenderung bermain dengan teman-teman yg 1 gender dengan dia. Banyak terjadi kasus, anak-anak menjadi berubah kecenderungan sekseualnya dikarenakan terlalu sering bergaul dan bermain dengan teman-teman yang berbeda gender dengannya.

 

Jika diperlukan, Sahabat Baju Sekolahan bisa memberikan sangsi dan hukuman yang tegas apabila si anak melakukan hal yang bisa mengancam kecenderungan seksualnya tersebut.

 

  1. Biasakan dan Ajarkan Menjaga Aurat kepada Anak

 

Seperti yang kita ketahui, dalam agama islam telah diatur bagaimana adab dalam berpakaian, khusunya menjaga aurat. Sahabat Baju sekolahan, sebagai orang tua wajib bagi kita mengenalkan segala hal terkait aurat kepada anak-anak kita. Hal yang paling mudah adalah ajarkan anak perempuan kita menggunakan jilbab.

 

Mulai dari batasan-batasan mana saja yang boleh perlihatkan keapada yang bukan mahrom (orang yang haram kita nikahi), ataupun kita perlu menjelaskan siapa saja yang menjadi mahrom ataupun yang bukan mahrom itu. Agar nantinya, anak-anak tetap menjaga nilai-nilai syariat yang diajarkan dalam agama, sehingga dapat menjauhkannya dari perbuatan yang dinistakan dalam agama seperti tindakan LGBT tersebut.

 

  1. Pisahkan Tempat Tidur Anak

Terdapat satu hadist yang menerangkan bahwa sebaiknya anak mulai diperintahkan salat dan tidur terpisah ketika berusia 7 hingga 10 tahun. Bahkan, orang tua berhak bersikap tegas kepada anak jika aturan main ini tidak dipenuhi. Sesekali, anak mungkin merengek untuk minta ditemani tidur oleh orang tua atau kakaknya, terlebih ketika sakit atau sedang manja. Siasati dengan memberi nasihat secara lembut bahwa kita akan menemaminya tidur kali itu saja karena anak harus belajar mandiri dan usianya sudah cukup dewasa untuk tidur terpisah.

Tidak hanya memisahkan tempat tidur dari orang tua, pemisahan tempat tidur ini baiknya juga dilakukan kepada saudara yang berbeda gender. Agar anak menjadi mengerti bahwa meskipun saudara, tetap ada batasan-batasan dalam hal gender yang harus dipatuhi.

 

  1. Lindungi dan Jauhkan Anak dari berbagai Stimulus Perilaku Menyimpang

 

Zaman sekarang ini memang sudah tidak bisa dipungiri lagi. Semakin mudahnya seseorang mengirim dan menerima informasi, menjadikan sahabat Baju Sekolahan semua harus ekstra hati-hati dalam memilih tayangan dan hal-hal yang mungkin bisa mempengaruhi perkembangan seksual pada anak.

Sebisa mungkin Orang tua harus mengkontrol hal-hal yang menjadi sarana informasi bagi anak, termasuk Media televisi, internet, dan media cetak jangan sampai banyak menampilkan hal-hal yang berbau perilaku LGBT, yang berkemungkinan besar bisa mempengaruhi anakuntuk berbuat demikian pula.

Ingat, Anak adalah peniru yang ulung.

Bisa saja dia dengan mudah menirukan apayang dia lihat didepan matanya, termasukdari berbagai media.

 

  1. Perkuat Ilmu Agama pada Anak

 

Agama adalah fondasi penting dalam membentuk karakter anak. Menjadi contoh bagi mereka adalah langkah awal dalam mendidik. Dalam kehidupan sehari-hari, ajarkan ilmu agama dalam setiap sendi dan kegiatan. Sering-sering menceritakan kisah keagamaan, seperti kisah nabi dan para sahabat. Berkaitan dengan kasus ini, cerita yang paling cocok adalah kisah Nabi Luth.

 

Sering-sering juga untuk mengajak anak ke acara-acara yang bernuansa religi, seperti datang ke pengajian. Ini dapat menjadi pengisi kekosongan jiwa anak, dari pada harus diisi dengan perbuatan yang belum tentu bermanfaat.

 

Sahabat Baju Sekolahan, mari menciptakan generasi yang kelak menjadi pemimpin terbaik di bumi Allah ini. Ajarkan anak-anak kita hal-hal penting yang akan menjadi kebiasaannya.

 

Semoga kelak anak-anak kita bisa menjadi lebih baik dan lebih hebat dari generasi sebelumnya.

 

Dampingi perkembangan anak dan jadilah contoh yang baik bagi mereka. Awali Perubahan dari diri kita sendiri sebagai orang tua. Tanamkan nilai-nilai agama dan kebaikan pada diri kita sendiri terlebih dahulu.

 

Mengapa?

 

Because parents is the first role model for their child.

Semoga Bermanfaat,

Boleh Anda Share jika Anda menghendaki kebaikan ini bisa diterapkan oleh banyak orang di sekitar Anda

 

11 Tips Liburan Sekolah Anak Yang Bermanfaat

11 Tips Liburan Sekolah Anak Yang Bermanfaat

Libur sekolah adalah waktu yang sangat tepat dilewatkan untuk berkumpul bersama anak dan aggota keluarga lain. Anak yang jenuh dari kegiatan di sekolah dan anda sebagai orang tua yang telah menghabiskan waktu bekerja mencari rezeki sangat membutuhkan waktu yang bisa dihabiskan untuk berlibut bersama-sama. Berlibur atau melakukan kegiatan bersama dengan anggota keluarga temasuk dengan anak adalah hal yang penting agar ikatan emosional sesama anggota keluarga semakin kuat.

Mengisi liburan sekolah anak dengan berlibur atau melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama, juga berfungsi untuk menghilangkan kejenuhan dan sebagai kesempatan untuk rehab dalam aktivitas kerja yang membutuhkan tenaga dan pikiran yang prima, selain itu berlibur juga baik bagi anak karena selama masa aktif sekolah anak-anak menghabiskan waktu untuk fokus bersekolah dan bergelut dengan pelajaran-pelajaran yang bisa menguras energi dan konsentrasinya.

Ada banyak tempat berlibur yang bisa anda datangi bersama anak dan anggota keluarga lainnya, selain berlibur alternatif lain yang bisa dilakukan untuk mengisi liburan sekolah bersama anak-anak dan keluarga adalah dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa tempat liburan bisa menjadi alternatif untuk mengisi waktu liburan sekolah anak, selain menyenangkan juga berisi nilai edukatif bagi anak, seperti sebuah ungkapan ‚Äúsambil menyelam minum air‚ÄĚ, selain anak bisa merasakan suasana yang berbeda dan menyenangkan anak juga bisa belajar ketika sedang berlibur.

Tempat atau lokasi liburan apa yang bisa anda coba pilih untuk mengisi liburan sekolah anak dan aktivitas apa saja yang bisa anda lakukan bersama ana-anak, sehingga anak tidak hanya merasakan liburan/aktivitas yang menyenangkan tapi sekaligus anak dapat belajar dari hal dilakukan diakhir pekan? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengisi liburan sekolah anak dengan aktivitas yang bermanfaat dan berkualitas.

1.Berlibur di Kebun Binatang

Memilih mengisi liburan sekolah anak di kebun binatang, bisa menjadi pilihan cerdas bagi anda sebagai orang tua, selain anak bisa menikmati liburan anak juga kan melihat secara langsung jenis-jenis binatang yang selama ini mereka pelajari dibangku sekolah. Jika selama ini anak anda hanya bisa melihat binatang dari gambar atau penjelasan yang dia pelajari, maka saat berlibur di kebun binatang anak anda bisa belajar secara kontekstual (nyata) dan berbasis pengalaman, sehingga pelajaran teoritis yang dipelajari disekolah bisa dimaksimalkan dengan pembelajaran yang nyata di kebun binatang.

Sebagai orang tua anda juga bisa memberikan pancingan agar anak anda bisa aktif dalam mengamati hewan-hewan yang ada di kebun binatang tersebut, misalnya anda bisa memancing pengetahuan yang telah dipelajari anak anda dengan menanyakan seputar hewan-hewan yang ada dikebun binatang tersebut, seperti menanyakan namanya, makanannya apa, melahirkan atau bertelur dan lain sebagainya. Dengan begitu pengalaman anak akan semakin kaya dan mendapat pengetahuan dengan cara bermakna.

 

2. Mengisi liburan sekolah anak dengan piknik atau camping di alam terbuka

Hal bermanfaat dan berkualitas yang bisa juga anda coba untuk mengisi liburan sekolah anak anda adalah dengan memilih camping atau piknik dialam terbuka. Piknik atau camping di alam terbuka selain akan menghadirkan suasana cerah dan hijau, juga akan memberi pemahaman bagi anak tenatang betapa indahnya alam yang ada disekitar.

Anda bisa menasehati anak anda untuk menjaga alam sekitar agar keindahannya tetap terjaga, selain itu berikan gambaran kepada anak anda jika orang suka menebang pohon dan membuang sampah sembarangan bisa membuat alam menjadi rusak. Dan cobalah mendidik anak untuk menjadi pribadi yang menjaga kebersihan dan keelokan alam yang indah ini dengan berkata “bukankah indah alam ini jika manusia tetap menjaganya, tidak menebang pepohonannya, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menambah polusi udara” atau dengan kata-kata lain yang bisa memotivasi anak untuk menjaga dan merawat lingkungan disekitarnya.

3. Mengisi waktu liburan sekolah anak di pantai

Destinasi wisata yang tak kalah indahnya yang bisa menjadi opsi untuk mengisi liburan sekolah anak bersama anak anda adalah dengan berlibur ke pantai. Biarkan anak anda melihat betapa indanhnya laut yang disertai hembusan angin sepoi-sepoi ditambah dengan ombak yang saling berkejr-kejaran.

Anda juga bisa mengajak anak anda untuk membuat istana-istana pasir agar bisa membuatnya semakin antusias, biarkan anak anda berkreasi dengan istana-istana pasir yang dia buat agar daya imajinasi dan kreativitas anak anda bisa tereksplorasi. Biarkan anak mengembangkan imajinasinya untuk membuat berbagai hal atau benda dengan pasir pantai.

4. Mengisi waktu liburan sekolah anak dengan berlibur ke museum


Berlibur sambil belajar tidak ada salahnya bukan. Salah satu pilihan tempat liburan yang bisa menawarkan sensasi belajar  sambil berlibur adalah dengan memilih museum sebagai destinasi wisata. Anak juga biasanya memiliki apresiasi yang tinggi dengan hal-hal yang ada di museum, misalkan saja anda memilih museum sejarah sebagai lokasi destinasi wisata. Di tempat ini anak akan belajar mengenai perjuangan para pejuang bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini.

Selain bisa melihat benda-benda yang bisa menjadi saksi sejarah, juga berperan dalam menumbuhkan sikap nasionalis dalam diri anak, sebagai orang tua anda bisa mendampingin anak sambil memberi penjelasan-penjelasan yang bisa menambah pemahaman anak.

Dengan berlibur di museum, anak bisa kebih mengenali hal-ha terkait sejarah yang pernah dia dapatkan melalui berbagai materi pelajaran di sekolah.

Jangan ragu untuk memberi penjelasan tentang berbagai benda di museum. Eiitss, tentunya orang tua jangan ngawur atau salah dalam memberi penjelasan kepada anak yah. harus sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Jadi gak ada salahnya loh, orang tua belajar dulu terkait hal-hal yang akan diajarkan kepada anaknya nanti yah…

5. Mengisi liburan sekolah anak dengan bersilahturahmi ke rumah anggota keluarga atau kerabat

Opsi lain yang bisa menjadi alternatif dalam mengisi waktu liburan sekolah bersama anak anda adalah dengan mengisi waktu liburan dengan berkunjung ke rumah keluarga, misalnya saja ke rumah kakek, nenek, kerabat dan keluarga lainnya. Selain anak-anak bisa mengenali dan mengatahui  siapa kerabat atau keluarga dekatnya anak juga akan belajar menjadi pribadi yang sosialis.

Hal tersebut juga akan mengajarkan kepada anak bahwa, sebagai kerabat atau anggota keluarga semuanya harus saling memperdulikan satu sama lain, kondisi tersebut juga bisa memperkuat ikatan tali silahturahmi antara sesama anggota keluarga. Selain itu anak juga akan belajar bagaimana menghargai dan menghormati orang yang lebih tua, sehingga kelak anak akan tumbuh menjadi sosok yang memiliki rasa hormat kepada orang tuannya.

Tidak jarang, anak akan saling mengenal dengan anggota keluarga yang seusia atau sebaya dengannya, entah itu sepupu, atau saudara jauh. Mereka lebih leluasa untuk bergaul, bahkan sampai bermain bersama. Sehingga rasa persaudaraan mereka akan tumbuh lebih dini, yaitu sejak anak-anak.

 

6.  Mengisi libur akhir pekan dengan kerja bakti  di rumah

Tips yang satu ini tidak menyarankan anda untuk berlibur ke destiasi wisata yang indah namun lebih kepada bagaimana anda mengisi mengisi liburan sekolah anak anda dengan melakukan aktivitas yang bermanfaat bersama anak, selain bermanfaat terdapat nilai-nilai positif yang bisa anak petik dari kegiatan kerja bakti, yakni anak akan belajar bagaimana melakukan kerjasama dan gotong-royong agar pekerjaan cepat terselesaikan.

Anda juga bisa mengajarkan anak anda menjadi pribadi yang mandiri, misalnya disetiap hari libur minta kepada anak anda agar dia sendiri yang membersihkan dan merapikan tempat tidurnya, dan membersihkan kamarnya dengan begitu bibit-bibit kemandirian bisa tumbuh dalam pribadi anak.

7. Mengisi liburan sekolah anak dengan memasak dirumah bersama anak

Aktivitas lain yang bisa anda lakukan untuk mengisi liburan bersama anak ketika anda tidak punya kesempatan untuk pergi berlibur di luar rumah adalah dengan melakukan aktivitas bersama anak. Misalnya ajak anak anda untuk membantu anda membuat kue, berikan kesempatan kepada anak anda untuk ikut terlibat dalam setiap proses pembuatan kue tersebut, hal tersebut bertujuan supaya anak memahami bahwa untuk mendapatkan hal butuh proses dan usaha.

Selain membuat kue, anda juga bisa mengajak anak anda memasak makanan untuk di komsumsi bersama,dan masih banyak hal lain yang bisa anda lakukan untuk mengisi waktu liburan bersama anak anda walaupun hanya dirumah.

8. Ajak anak anda berkebun

Berkebun adalah hal yang menyenangkan, oleh karena itu tidak ada salahnya mengisi waktu liburan sekolah anak anda bisa diisi dengan melakukan kegiatan berkebun bersama anak anda, misalnya saja menanam sayur, buah-buahan dan lain sebagainya. Sudah pasti kegiatan tersebut akan sangat menyenangkan bagi anak. Setelah sayur atau buah-buahan bisa dipetik, biarkan anak anda sendiri yang memetiknya, supaya anaka anda belajar bahwa setiap usaha yang dia lakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil.

Juga akan memberi pelajaran kepada anak, bahwa apa yang dia makan memerlukan usaha yang cukup besar. maka dari itu, ajarkan anak-anak agar tidak membuang-buang makanan, agar lebih bijak menerima apa yang ada untuk dimakan.

9. Wisata religi atau datang ke kajian ilmu

Selain menuntut ilmu duniawi di sekolah, Menuntut ilmu agama adalah kewajiban bagi setiap orang. apalagi anak, yang masih fresh pemikiranya akan lebih mudah menerima ilmu-ilmu agama yang disampaikan. Anak-anak juga akan bertemu dengan teman sebaya mereka yang juga insyaallah, dalam didikan agama yang baik. Jadi bisa belajar tentang sosialisasi dalam lingkungan yang islami.

10. Mengisi liburan sekolah anak dengan berkunjung ke panti sosial

Tidak selamanya liburan harus diisi dengan mengunjungi tempat wisata namun adakalanya sekali-kali anda bisa mencoba berkunjung ke panti sosial bersama anak anda. Anda bisa membawakan anak-anak panti makanan dan makan bersama mereka.

Hal apa yang bisa anak pelajari dari hal tersebut? Anak akan belajar mensyukuri bahwa dia masih punya keluarga yang mencintai dan menyanginya, anak juga akan belajar bahwa masih banyak orang yang membutuhkan bantuan dn pertolongan, sehingga anak muncul sikap sosial dalam diri anak.

11. Biarkan anda memilih tempat liburan yang dia sukai

Selanjutnya untuk mengisi waktu liburan bersama anak, anda bisa memberi kesempatan kepada anak anda untuk menentukan sendiri tempat liburan yang ingin dia kunjungi (asalkan realistis) dengan begitu anak akan belajar mengambil keputusan sendiri, namun tetap dalam arahan dan bimbingan anda sebagai orang tua.

Fahamilah, terkadang anak-anak mempunyai keinginan dan pendapat sendiri terkait tempat dimana dia menikmati liburan sekolahnya. Hargailah pendapatnya, dan ajari bagaimana dia bagaimana menyampaikan pendapatnya.

 

Demikianlah 11 Tips Mengisi Liburan Sekolah Anak Yang Bermanfaat yang bisa menjadi pilihan untuk anda dalam mengisi liburan sekolah bersama anak. Berlibur sekaligus bisa membuat anak belajar beraneka hal. Anak adalah aset yang harus diajarkan bagaimana menjadi pribadi yang berkarakter.

Kalau Anda punya Cara lain untuk mengisi Liburan Sekolah Selain 11 Tips diatas, silahkan tulis di kolom komentar.

Boleh Anda SHARE jika memang bermanfaat bagi Anda.