6 Tips Mencegah Anak dari Bahaya LGBT

6 Tips Mencegah Anak dari Bahaya LGBT

Sahabat Baju Sekolahan, kasus mengenai LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) yang kian merebak akhir-akhir ini tidak dapat dipungkiri menimbulkan kekhawatiran bagi semua orang, termasuk kita sebagai orang tua. Tentu, tidak ada orang tua yang Sholeh-Sholehah yang menginginkan anaknya terjerumus dalam perilaku menyimpang ini. Meski bahaya perilaku ini sudah banyak dinyatakan dalam Al-Quran dan hadist, tapi perilaku ini masih ada dan berkembang di masyarakat kini.

Untuk menjaga kualitas diri anak agar terhindar dari perilaku LGBT, berikut kami telah merangkun 6 Tips Mencegah Anak dari Bahaya LGBT yang Sahabat Baju Sekolahan bisa terpkan agar anak dapat terhindar dari bahaya penyakit ini.

  1. Menegaskan Identitas Seksual Anak dan Membiasakannya Berperilaku sesuai Indentitas

 

Orang tua memegang peran utama sebagai pendidik anak pertama dalam mengajarkan pendidikan seksual yang benar kepada anak. Orang tua harus tegas dalam menjelaskan mengarahkan identitas seksual anak.

Pada kisaran umur 4-5 tahun, saat mulai berkembangnya pola fikir anak, Orang tua harus tegaskan bahwa jika anak laki-laki harus berperilaku sebagai laki-laki seutuhnya, tidak boleh ada unsur perilaku wanita dalam diri seorang laki-laki. Mulai tegaskan secara detail, seperti cara berjalan harus tegap tiak berlenggak-lenggok, cara bicara tidak boleh mendayu-dayu, cara berpakaian harus sebagaimana layaknya identitas seksualnya, dan indentitas lain nya yang menjadi ciri khas laki-laki.

Begitu pula sebaliknya jika anak perempuan. Tegaskan secara jelas identitas seksualnya, mulai dari cara berpakaian, cara berjalan, cara bicara, dan lainnya yang sesuai engan identias khas perempuan.

 

  1. Awasi dan Kendalikan Pergaulan Anak

 

Lingkungan juga berpengaruh terhadap perkembangan seksual anak. Selain membangun lingkungan keluarga yang mendukung dalam pola pendidikan seksual anak, menjaga lingkungan bermain anak juga penting demi menjaga kestabilan seksual anak.

 

Berikan mainan-mainan yang sesuai dengan gender-nya termasuk dalam usaha mengendalikan di lingkungan rumah. Jangan biarkan anak laki-laki anda bermain-main dengan mainan yang identik dengan perempuan, seperti boneka, rias-riasan, masak-masakan, dan lain sebagainya. Begitu juga jika anak perempuan, jangan sampai anda membiarkan dia bermain dengan mainan anak laki-laki.

 

Mengawasi lingkungan bermainnya juga penting loh Sahabat Baju Sekolahan. Usahan anak-anak anda lebih cenderung bermain dengan teman-teman yg 1 gender dengan dia. Banyak terjadi kasus, anak-anak menjadi berubah kecenderungan sekseualnya dikarenakan terlalu sering bergaul dan bermain dengan teman-teman yang berbeda gender dengannya.

 

Jika diperlukan, Sahabat Baju Sekolahan bisa memberikan sangsi dan hukuman yang tegas apabila si anak melakukan hal yang bisa mengancam kecenderungan seksualnya tersebut.

 

  1. Biasakan dan Ajarkan Menjaga Aurat kepada Anak

 

Seperti yang kita ketahui, dalam agama islam telah diatur bagaimana adab dalam berpakaian, khusunya menjaga aurat. Sahabat Baju sekolahan, sebagai orang tua wajib bagi kita mengenalkan segala hal terkait aurat kepada anak-anak kita. Hal yang paling mudah adalah ajarkan anak perempuan kita menggunakan jilbab.

 

Mulai dari batasan-batasan mana saja yang boleh perlihatkan keapada yang bukan mahrom (orang yang haram kita nikahi), ataupun kita perlu menjelaskan siapa saja yang menjadi mahrom ataupun yang bukan mahrom itu. Agar nantinya, anak-anak tetap menjaga nilai-nilai syariat yang diajarkan dalam agama, sehingga dapat menjauhkannya dari perbuatan yang dinistakan dalam agama seperti tindakan LGBT tersebut.

 

  1. Pisahkan Tempat Tidur Anak

Terdapat satu hadist yang menerangkan bahwa sebaiknya anak mulai diperintahkan salat dan tidur terpisah ketika berusia 7 hingga 10 tahun. Bahkan, orang tua berhak bersikap tegas kepada anak jika aturan main ini tidak dipenuhi. Sesekali, anak mungkin merengek untuk minta ditemani tidur oleh orang tua atau kakaknya, terlebih ketika sakit atau sedang manja. Siasati dengan memberi nasihat secara lembut bahwa kita akan menemaminya tidur kali itu saja karena anak harus belajar mandiri dan usianya sudah cukup dewasa untuk tidur terpisah.

Tidak hanya memisahkan tempat tidur dari orang tua, pemisahan tempat tidur ini baiknya juga dilakukan kepada saudara yang berbeda gender. Agar anak menjadi mengerti bahwa meskipun saudara, tetap ada batasan-batasan dalam hal gender yang harus dipatuhi.

 

  1. Lindungi dan Jauhkan Anak dari berbagai Stimulus Perilaku Menyimpang

 

Zaman sekarang ini memang sudah tidak bisa dipungiri lagi. Semakin mudahnya seseorang mengirim dan menerima informasi, menjadikan sahabat Baju Sekolahan semua harus ekstra hati-hati dalam memilih tayangan dan hal-hal yang mungkin bisa mempengaruhi perkembangan seksual pada anak.

Sebisa mungkin Orang tua harus mengkontrol hal-hal yang menjadi sarana informasi bagi anak, termasuk Media televisi, internet, dan media cetak jangan sampai banyak menampilkan hal-hal yang berbau perilaku LGBT, yang berkemungkinan besar bisa mempengaruhi anakuntuk berbuat demikian pula.

Ingat, Anak adalah peniru yang ulung.

Bisa saja dia dengan mudah menirukan apayang dia lihat didepan matanya, termasukdari berbagai media.

 

  1. Perkuat Ilmu Agama pada Anak

 

Agama adalah fondasi penting dalam membentuk karakter anak. Menjadi contoh bagi mereka adalah langkah awal dalam mendidik. Dalam kehidupan sehari-hari, ajarkan ilmu agama dalam setiap sendi dan kegiatan. Sering-sering menceritakan kisah keagamaan, seperti kisah nabi dan para sahabat. Berkaitan dengan kasus ini, cerita yang paling cocok adalah kisah Nabi Luth.

 

Sering-sering juga untuk mengajak anak ke acara-acara yang bernuansa religi, seperti datang ke pengajian. Ini dapat menjadi pengisi kekosongan jiwa anak, dari pada harus diisi dengan perbuatan yang belum tentu bermanfaat.

 

Sahabat Baju Sekolahan, mari menciptakan generasi yang kelak menjadi pemimpin terbaik di bumi Allah ini. Ajarkan anak-anak kita hal-hal penting yang akan menjadi kebiasaannya.

 

Semoga kelak anak-anak kita bisa menjadi lebih baik dan lebih hebat dari generasi sebelumnya.

 

Dampingi perkembangan anak dan jadilah contoh yang baik bagi mereka. Awali Perubahan dari diri kita sendiri sebagai orang tua. Tanamkan nilai-nilai agama dan kebaikan pada diri kita sendiri terlebih dahulu.

 

Mengapa?

 

Because parents is the first role model for their child.

Semoga Bermanfaat,

Boleh Anda Share jika Anda menghendaki kebaikan ini bisa diterapkan oleh banyak orang di sekitar Anda

 

11 Tips Liburan Sekolah Anak Yang Bermanfaat

11 Tips Liburan Sekolah Anak Yang Bermanfaat

Libur sekolah adalah waktu yang sangat tepat dilewatkan untuk berkumpul bersama anak dan aggota keluarga lain. Anak yang jenuh dari kegiatan di sekolah dan anda sebagai orang tua yang telah menghabiskan waktu bekerja mencari rezeki sangat membutuhkan waktu yang bisa dihabiskan untuk berlibut bersama-sama. Berlibur atau melakukan kegiatan bersama dengan anggota keluarga temasuk dengan anak adalah hal yang penting agar ikatan emosional sesama anggota keluarga semakin kuat.

Mengisi liburan sekolah anak dengan berlibur atau melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama, juga berfungsi untuk menghilangkan kejenuhan dan sebagai kesempatan untuk rehab dalam aktivitas kerja yang membutuhkan tenaga dan pikiran yang prima, selain itu berlibur juga baik bagi anak karena selama masa aktif sekolah anak-anak menghabiskan waktu untuk fokus bersekolah dan bergelut dengan pelajaran-pelajaran yang bisa menguras energi dan konsentrasinya.

Ada banyak tempat berlibur yang bisa anda datangi bersama anak dan anggota keluarga lainnya, selain berlibur alternatif lain yang bisa dilakukan untuk mengisi liburan sekolah bersama anak-anak dan keluarga adalah dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa tempat liburan bisa menjadi alternatif untuk mengisi waktu liburan sekolah anak, selain menyenangkan juga berisi nilai edukatif bagi anak, seperti sebuah ungkapan “sambil menyelam minum air”, selain anak bisa merasakan suasana yang berbeda dan menyenangkan anak juga bisa belajar ketika sedang berlibur.

Tempat atau lokasi liburan apa yang bisa anda coba pilih untuk mengisi liburan sekolah anak dan aktivitas apa saja yang bisa anda lakukan bersama ana-anak, sehingga anak tidak hanya merasakan liburan/aktivitas yang menyenangkan tapi sekaligus anak dapat belajar dari hal dilakukan diakhir pekan? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengisi liburan sekolah anak dengan aktivitas yang bermanfaat dan berkualitas.

1.Berlibur di Kebun Binatang

Memilih mengisi liburan sekolah anak di kebun binatang, bisa menjadi pilihan cerdas bagi anda sebagai orang tua, selain anak bisa menikmati liburan anak juga kan melihat secara langsung jenis-jenis binatang yang selama ini mereka pelajari dibangku sekolah. Jika selama ini anak anda hanya bisa melihat binatang dari gambar atau penjelasan yang dia pelajari, maka saat berlibur di kebun binatang anak anda bisa belajar secara kontekstual (nyata) dan berbasis pengalaman, sehingga pelajaran teoritis yang dipelajari disekolah bisa dimaksimalkan dengan pembelajaran yang nyata di kebun binatang.

Sebagai orang tua anda juga bisa memberikan pancingan agar anak anda bisa aktif dalam mengamati hewan-hewan yang ada di kebun binatang tersebut, misalnya anda bisa memancing pengetahuan yang telah dipelajari anak anda dengan menanyakan seputar hewan-hewan yang ada dikebun binatang tersebut, seperti menanyakan namanya, makanannya apa, melahirkan atau bertelur dan lain sebagainya. Dengan begitu pengalaman anak akan semakin kaya dan mendapat pengetahuan dengan cara bermakna.

 

2. Mengisi liburan sekolah anak dengan piknik atau camping di alam terbuka

Hal bermanfaat dan berkualitas yang bisa juga anda coba untuk mengisi liburan sekolah anak anda adalah dengan memilih camping atau piknik dialam terbuka. Piknik atau camping di alam terbuka selain akan menghadirkan suasana cerah dan hijau, juga akan memberi pemahaman bagi anak tenatang betapa indahnya alam yang ada disekitar.

Anda bisa menasehati anak anda untuk menjaga alam sekitar agar keindahannya tetap terjaga, selain itu berikan gambaran kepada anak anda jika orang suka menebang pohon dan membuang sampah sembarangan bisa membuat alam menjadi rusak. Dan cobalah mendidik anak untuk menjadi pribadi yang menjaga kebersihan dan keelokan alam yang indah ini dengan berkata “bukankah indah alam ini jika manusia tetap menjaganya, tidak menebang pepohonannya, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menambah polusi udara” atau dengan kata-kata lain yang bisa memotivasi anak untuk menjaga dan merawat lingkungan disekitarnya.

3. Mengisi waktu liburan sekolah anak di pantai

Destinasi wisata yang tak kalah indahnya yang bisa menjadi opsi untuk mengisi liburan sekolah anak bersama anak anda adalah dengan berlibur ke pantai. Biarkan anak anda melihat betapa indanhnya laut yang disertai hembusan angin sepoi-sepoi ditambah dengan ombak yang saling berkejr-kejaran.

Anda juga bisa mengajak anak anda untuk membuat istana-istana pasir agar bisa membuatnya semakin antusias, biarkan anak anda berkreasi dengan istana-istana pasir yang dia buat agar daya imajinasi dan kreativitas anak anda bisa tereksplorasi. Biarkan anak mengembangkan imajinasinya untuk membuat berbagai hal atau benda dengan pasir pantai.

4. Mengisi waktu liburan sekolah anak dengan berlibur ke museum


Berlibur sambil belajar tidak ada salahnya bukan. Salah satu pilihan tempat liburan yang bisa menawarkan sensasi belajar  sambil berlibur adalah dengan memilih museum sebagai destinasi wisata. Anak juga biasanya memiliki apresiasi yang tinggi dengan hal-hal yang ada di museum, misalkan saja anda memilih museum sejarah sebagai lokasi destinasi wisata. Di tempat ini anak akan belajar mengenai perjuangan para pejuang bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini.

Selain bisa melihat benda-benda yang bisa menjadi saksi sejarah, juga berperan dalam menumbuhkan sikap nasionalis dalam diri anak, sebagai orang tua anda bisa mendampingin anak sambil memberi penjelasan-penjelasan yang bisa menambah pemahaman anak.

Dengan berlibur di museum, anak bisa kebih mengenali hal-ha terkait sejarah yang pernah dia dapatkan melalui berbagai materi pelajaran di sekolah.

Jangan ragu untuk memberi penjelasan tentang berbagai benda di museum. Eiitss, tentunya orang tua jangan ngawur atau salah dalam memberi penjelasan kepada anak yah. harus sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Jadi gak ada salahnya loh, orang tua belajar dulu terkait hal-hal yang akan diajarkan kepada anaknya nanti yah…

5. Mengisi liburan sekolah anak dengan bersilahturahmi ke rumah anggota keluarga atau kerabat

Opsi lain yang bisa menjadi alternatif dalam mengisi waktu liburan sekolah bersama anak anda adalah dengan mengisi waktu liburan dengan berkunjung ke rumah keluarga, misalnya saja ke rumah kakek, nenek, kerabat dan keluarga lainnya. Selain anak-anak bisa mengenali dan mengatahui  siapa kerabat atau keluarga dekatnya anak juga akan belajar menjadi pribadi yang sosialis.

Hal tersebut juga akan mengajarkan kepada anak bahwa, sebagai kerabat atau anggota keluarga semuanya harus saling memperdulikan satu sama lain, kondisi tersebut juga bisa memperkuat ikatan tali silahturahmi antara sesama anggota keluarga. Selain itu anak juga akan belajar bagaimana menghargai dan menghormati orang yang lebih tua, sehingga kelak anak akan tumbuh menjadi sosok yang memiliki rasa hormat kepada orang tuannya.

Tidak jarang, anak akan saling mengenal dengan anggota keluarga yang seusia atau sebaya dengannya, entah itu sepupu, atau saudara jauh. Mereka lebih leluasa untuk bergaul, bahkan sampai bermain bersama. Sehingga rasa persaudaraan mereka akan tumbuh lebih dini, yaitu sejak anak-anak.

 

6.  Mengisi libur akhir pekan dengan kerja bakti  di rumah

Tips yang satu ini tidak menyarankan anda untuk berlibur ke destiasi wisata yang indah namun lebih kepada bagaimana anda mengisi mengisi liburan sekolah anak anda dengan melakukan aktivitas yang bermanfaat bersama anak, selain bermanfaat terdapat nilai-nilai positif yang bisa anak petik dari kegiatan kerja bakti, yakni anak akan belajar bagaimana melakukan kerjasama dan gotong-royong agar pekerjaan cepat terselesaikan.

Anda juga bisa mengajarkan anak anda menjadi pribadi yang mandiri, misalnya disetiap hari libur minta kepada anak anda agar dia sendiri yang membersihkan dan merapikan tempat tidurnya, dan membersihkan kamarnya dengan begitu bibit-bibit kemandirian bisa tumbuh dalam pribadi anak.

7. Mengisi liburan sekolah anak dengan memasak dirumah bersama anak

Aktivitas lain yang bisa anda lakukan untuk mengisi liburan bersama anak ketika anda tidak punya kesempatan untuk pergi berlibur di luar rumah adalah dengan melakukan aktivitas bersama anak. Misalnya ajak anak anda untuk membantu anda membuat kue, berikan kesempatan kepada anak anda untuk ikut terlibat dalam setiap proses pembuatan kue tersebut, hal tersebut bertujuan supaya anak memahami bahwa untuk mendapatkan hal butuh proses dan usaha.

Selain membuat kue, anda juga bisa mengajak anak anda memasak makanan untuk di komsumsi bersama,dan masih banyak hal lain yang bisa anda lakukan untuk mengisi waktu liburan bersama anak anda walaupun hanya dirumah.

8. Ajak anak anda berkebun

Berkebun adalah hal yang menyenangkan, oleh karena itu tidak ada salahnya mengisi waktu liburan sekolah anak anda bisa diisi dengan melakukan kegiatan berkebun bersama anak anda, misalnya saja menanam sayur, buah-buahan dan lain sebagainya. Sudah pasti kegiatan tersebut akan sangat menyenangkan bagi anak. Setelah sayur atau buah-buahan bisa dipetik, biarkan anak anda sendiri yang memetiknya, supaya anaka anda belajar bahwa setiap usaha yang dia lakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil.

Juga akan memberi pelajaran kepada anak, bahwa apa yang dia makan memerlukan usaha yang cukup besar. maka dari itu, ajarkan anak-anak agar tidak membuang-buang makanan, agar lebih bijak menerima apa yang ada untuk dimakan.

9. Wisata religi atau datang ke kajian ilmu

Selain menuntut ilmu duniawi di sekolah, Menuntut ilmu agama adalah kewajiban bagi setiap orang. apalagi anak, yang masih fresh pemikiranya akan lebih mudah menerima ilmu-ilmu agama yang disampaikan. Anak-anak juga akan bertemu dengan teman sebaya mereka yang juga insyaallah, dalam didikan agama yang baik. Jadi bisa belajar tentang sosialisasi dalam lingkungan yang islami.

10. Mengisi liburan sekolah anak dengan berkunjung ke panti sosial

Tidak selamanya liburan harus diisi dengan mengunjungi tempat wisata namun adakalanya sekali-kali anda bisa mencoba berkunjung ke panti sosial bersama anak anda. Anda bisa membawakan anak-anak panti makanan dan makan bersama mereka.

Hal apa yang bisa anak pelajari dari hal tersebut? Anak akan belajar mensyukuri bahwa dia masih punya keluarga yang mencintai dan menyanginya, anak juga akan belajar bahwa masih banyak orang yang membutuhkan bantuan dn pertolongan, sehingga anak muncul sikap sosial dalam diri anak.

11. Biarkan anda memilih tempat liburan yang dia sukai

Selanjutnya untuk mengisi waktu liburan bersama anak, anda bisa memberi kesempatan kepada anak anda untuk menentukan sendiri tempat liburan yang ingin dia kunjungi (asalkan realistis) dengan begitu anak akan belajar mengambil keputusan sendiri, namun tetap dalam arahan dan bimbingan anda sebagai orang tua.

Fahamilah, terkadang anak-anak mempunyai keinginan dan pendapat sendiri terkait tempat dimana dia menikmati liburan sekolahnya. Hargailah pendapatnya, dan ajari bagaimana dia bagaimana menyampaikan pendapatnya.

 

Demikianlah 11 Tips Mengisi Liburan Sekolah Anak Yang Bermanfaat yang bisa menjadi pilihan untuk anda dalam mengisi liburan sekolah bersama anak. Berlibur sekaligus bisa membuat anak belajar beraneka hal. Anak adalah aset yang harus diajarkan bagaimana menjadi pribadi yang berkarakter.

Kalau Anda punya Cara lain untuk mengisi Liburan Sekolah Selain 11 Tips diatas, silahkan tulis di kolom komentar.

Boleh Anda SHARE jika memang bermanfaat bagi Anda.

7 Cara Mendidik Anak yang Baik

7 Cara Mendidik Anak yang Baik

Setiap orang tua tentu ingin anaknya bahagia dan tumbuh menjadi anak yang baik, cerdas, dan percaya diri. Untuk itu, Anda harus bisa mendidiknya sedini mungkin.

Beberapa orang tua berpikir bahwa cukup dengan memasukkan anak ke sekolah, maka tidak perlu lagi mendidiknya di rumah. Padahal, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter dan kepribadian anak.

Sepertiyang kita tahu, anak tidak selalu berada dalam naungan guru atau sekolah-nya. Melainkan anak justrulebih sering beninteraksi dan berkomunikasi dengan orang tua dan keluarga dirumah.

Apabila orang tua bisa mendidik anak dengan baik, maka anak akan merasa lebih bahagia dan tumbuh menjadi orang yang percaya diri serta mempunyai kehidupan sosial yang baik. Tentu peran orang tua tidakbisa dianggap remeh dalam membentuk karakter dan kepribadian seorang anak.

Berikut 7 Cara memdidik anakdengan baik Lanjutkan membaca →

13 Tips dan Cara Mendidik Anak yang Baik, Benar dan Efektif di Usia Emas

13 Tips dan Cara Mendidik Anak yang Baik, Benar dan Efektif di Usia Emas

sebagai orang tua tentu harus dapat memberikan bimbingan serta arahan yang tepat agar ia menjadi manusia yang baik dan berakhlak mulia sebagaimana yang kita inginkan kelak saat mereka telah dewasa.

Usia 0 tahun merupakan masa-masa yang kritis bagi perkembangan otak sang anak. Pada tahap inilah anak mengalami masa-masa keemasan dimana perkembangan otaknya terjadi dengan cepat dan pesat. Pada masa ini bahkan otak anak memiliki kemampuan untuk menyerap pengalaman-pengalaman baru lebih cepat dari anak yang berusia 3 tahun. Oleh sebabnya, Anda jangan sampai salah dalam mendidik maupun memberikan contoh-contoh bagi putra-putri Anda.

Tips sukses cara mendidik anak yang baik memiliki banyak metode. Seberapa besar tingkat kesuksesan dari metode yang diterapkan tentu tergantung dari seberapa efektif masing-masing orang tua dalam memberikan kontribusi kepada anak-anaknya. Agar Anda tak bingung dalam memberikan arahan untuk anak, berikut ini adalah beberapa cara mendidik anak yang baik, benar dan bijak yang bisa Anda coba.

1. Bersikap lembut dan tunjukkan kasih sayang yang tulus
Sebagai orang tua, selalu bersikap lembut kepada anak adalah hal mutlak yang harus dilakukan. Sebab hanya dengan tutur kata yang lembut, seorang anak akan mendengarkan perkataan dari orang tuanya. Selain dituntut untuk bersikap lembut kepada anak, orang tua juga selayaknya memberikan kasih sayang yang tulus dan utuh kepada anak. Salah satu contohnya adalah dengan mengatakan kepada anak bahwa Anda sangat menyayanginya. Pelukan atau ciuman juga bisa menjadi penyemangat tersendiri bagi jiwa sang anak yang bisa Anda lakukan.

2. Jadilah pendengar yang baik dan berikan dukungan
Mungkin anak Anda pernah merasakan di olok-olok oleh teman sebayanya. Sebagai orang tua yang baik, cobalah untuk melakukan pendekatan agar si anak mau bercerita. Di saat seperti itu Anda dituntut untuk menjadi pendengar yang baik dan mampu mendengarkan semua keluh dan kesah si kecil. Ini adalah kunci sukses dalam membangun rasa percaya diri sang anak.

Berikanlah dukungan yang positif dan bekalilah ia dengan skill untuk menghindari olokan temannya serta kemampuan untuk bisa bersosialisasi dengan baik. Sebagai contoh Anda dapat mengajarkan anak Anda untuk menghindari sebuah ejekan dari temannya. Misalnya jika ada temannya yang mengatakan “Kamu jelek”, lantas jawaban yang paling tepat adalah “Biarin yang penting pinter”. Anak yang terbiasa mengolok-olok pasti akan merasa bosan dengan jawaban yang demikian karena ejekannya tidak ditanggapi dengan serius serta tidak mendapatkan feedback sesuai dengan yang ia inginkan, misalnya dengan menangis, mengadu atau marah.

3. Bangun kreatifitas dengan bermain bersama
Mengajarkan anak bukan berarti harus selalu membuat “peraturan-peraturan baru” yang tidak menyenangkan baginya, akan tetapi juga bisa dengan cara bermain bersama. Biarkan ia mempelajari sesuatu dari Anda dengan cara-cara yang jauh lebih menyenangkan seperti bermain, menari atau bermain musik bersama.

4. Hindari menggunakan kata “Jangan”
Inilah salah satu kesalahan yang kerap dilakukan oleh orang tua. Di saat anak tengah bereksperimen yang mungkin sedikit membahayakan, orang tua umumnya berkata “jangan” kepada anaknya. Sesungguhnya kata ini apabila terlalu sering diucapkan oleh orang tua kepada anaknya justru dapat berakibat negatif yang menyebabkan sang anak tidak berkembang kreatifitasnya. Untuk mengganti kata “jangan”, Anda sebaiknya menggunakan kata lain yang bermakna lebih positif. Contoh kasusnya seperti misalnya ada anak yang berlari, lalu bundanya berkata “Jangan lari!”. Sesungguhnya yang dimaksud sang bunda adalah “berjalan” saja akan tetapi sang anak tidak menangkap maksud ini. Jadi kalimat yang sebaiknya digunakan adalah “Berjalan saja” atau “Pelan-pelan saja” dan lain sebagainya.

5. Jadilah panutan dan idola untuk anak Anda
Pada umumnya setiap anak memiliki idola “superhero” di dunia imajinasinya. Namun di dunia yang sesungguhnya, ia juga pasti ingin memilikinya. Anda sebagai orang tua sebisa mungkin mencoba untuk menjadi apa yang diinginkan sang anak dan selalu bisa diandalkan. Salah satunya adalah dengan melakukan apa pun yang menurut Anda terbaik untuk bisa diberikan kepada putra-putri Anda.

6. Berikan rasa nyaman
Tumbuhkanlah rasa nyaman saat anak sedang bersama dengan Anda. Ajaklah untuk berdiskusi kecil di sela-sela kebersamaan Anda. Agar anak merasa nyaman, sebaiknya jangan menjadi yang merasa paling tahu segalanya sehingga membuat Anda terkesan mendominasi pembicaraan. Jadikan ia seperti seorang teman yang juga perlu untuk Anda dengarkan dengan baik dan penuh rasa simpati.

7. Tumbuhkan sikap menghormati
Ajarkan ia untuk selalu menghormati siapa pun orangnya, baik orang yang lebih tua maupun teman sebayanya. Hal ini penting untuk ditumbuhkan semenjak usia dini karena di kemudian hari saat ia dewasa ia dapat berlaku hormat kepada semua orang.

8. Ajarkan rasa tanggung jawab
Ajarkan dan ingatkan anak Anda untuk selalu memiliki rasa tanggung jawab terhadap dirinya. Misalnya jika telah tiba waktunya untuk sekolah, ia harus berangkat. Jika ia bertanya mengapa harus demikian. Berikanlah alasan yang bisa dipahami olehnya.

9. Ajarkan untuk meminta maaf
Meminta maaf atas sebuah kesalahan adalah tindakan yang mulia dan kesatria. Ajarkanlah anak Anda untuk mau meminta maaf untuk kesalahan yang mungkin ia lakukan terhadap teman sebayanya agar ia menyadari bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah tindakan yang kurang terpuji.

10. Jangan ditakut-takuti
Orang tua biasanya cenderung mengambil “jalan pintas” yang mudah. Selain berbohong, orang tua juga biasanya kerap menakut-nakuti anak agar anaknya mau menurut dengan segera. Ini adalah perilaku orang tua yang keliru karena selain bisa menjadi semacam trauma saat ia dewasa, hal ini juga mengakibatkan anak menjadi tidak mandiri sehingga dapat mengurung kreatifitasnya.

11. Jangan dibohongi
Sama halnya dengan ditakut-takuti, anak yang kerap dibohongi saat masih kecil akan menjadi terbiasa dengan kebohongan-kebohongan yang ditanamkan oleh orang tuanya. Saat nanti ia sudah besar, ia tentu akan menganggap berbohong adalah hal yang wajar untuk dilakukan karena semua orang termasuk orang tuanya juga melakukannya.

12. Jangan berkata keras dan mengancam
Banyak orang bilang anak itu tidak bedanya seperti kertas putih yang kosong. Baik atau tidaknya anak juga tergantung dari yang diajarkan orang tua kepadanya. Oleh sebabnya cobalah untuk sebisa mungkin menghindari perkataan yang keras, mengancam atau bahkan meneriaki sang anak. Apabila perilaku anak mungkin terkesan nakal atau bandel, cobalah untuk menahan emosi Anda dan katakan dengan lembut serta bijaksana.

13. Ajarkan keterbukaan
Disaat Anda memiliki waktu luang bersama dengan sang buah hati. Ajaklah berbincang dan cobalah untuk mencari tahu mengenai kesehariannya. Apa saja yang ia lakukan, apa yang membuat ia senang, apa yang membuatnya sedih atau bahkan yang membuatnya bersemangat. Dengan terbukanya sang anak, Anda juga bisa mencari mencari celah untuk dapat mengetahui sifat sang anak sekaligus menjadi inspirasi bagi orang tua. Orang tua yang baik dan bijak adalah orang tua yang dapat mengambil pengalaman dan pelajaran dari siapa pun termasuk dari anaknya sendiri.